RSS

Bang


Saya ingat waktu kali pertama menjemputmu di bandara. Kamu hanya si botak manja yg saya yakin akan tumbang dalam waktu sebulan di tempat antah berantah ini. Kamu yg memasukkan seluruh isi rumahmu k dalam koper raksasa, yg tampak tak meyakinkan utk hidup merantau jauh dari keluarga.

Dulu kamu hanyalah org asing yg sama sekali tak menyentuh hati. Yg setiap hari hanya sibuk membanding-bandingkan tempat ini dgn kampung halamanmu. Yg membuat saya muak mendengar 1000 keluhan dan doa2 mustahil bahwa Tuhan akan memindahkanmu dari sini tahun depan. Bermimpilah, nak. Kata saya di dalam hati. Org sepertimu akan dikutuk malaikat lalu hidup selama 45 tahun di dusun tanpa akses internet.

Waktu itu, kamu di mata saya hanyalah anak kecil cengeng yg terperangkap dalam tubuh org dewasa. Hidupmu adalah matematika. Statis, dan tentu saja membosankan. bicaramu tinggi, sok tahu, tapi selalu merengek minta ditemani ke sana ke mari.

Selepas hari2 canggung yg saya penuhi dgn puluhan sarkasme tentang kamu, kita pd akhirnya menjalin simbiosis mutualisme yg membuat saya mangubah sudut pandang tentangmu. Kita memang seringkali bertengkar, adu mulut, saling mengerjai. Tapi sungguh selepas itu kamu menjadi begitu rajin utk menanyakan kegiatan saya, memperhatikan saya, mengkhawatirkan saya dgn cara2 berlebihan yg membuat saya kelimpungan utk mendefinisikan perasaan.

Maka bagaimana bisa saya tak jatuh hati padamu? Sedang kamu begitu layak, begitu pantas utk dialamatkan rasa sayang. Entah seperti apa rencana Tuhan tatkala Ia menyeretmu ke tempat ini lalu mempertemukan kita. Aneh. Ajaib. Menggelitik. Tapi saya selalu bersyukur atas hari2 sibuk kita di belakang, dan hari2 penuh kejutan yg menanti kita di depan sana.

Selamat ulang tahun, bombat. Semoga kamu tak menuntut ini-itu karena saya pun malas memberikan ini-itu hahaha. Mudah2an kamu menjadi pribadi yg lebih sederhana, yg lebih peduli pada sesama, yg gampang merasa bahagia dgn hal2 kecil.. Sori ya, kalo saya gak bisa ngasih kamu barang2 mahal supaya bisa kamu pamerkan ke seluruh dunia. Ah, tenang saja, ini bukan sekedar doa basa-basi pelengkap cerita. Tapi jujur setiap kali saya tertawa bersama kamu dan menatap wajah kamu dalam2, saya selalu berucap pelan di dalam hati semoga saya bisa terus membuat kamu bahagia, sekalipun hanya dgn hal2 kecil seperti tulisan ini..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 comments:

Irhaanis said...

Dudududududududududududu :D

Elvira Kiat said...

Yaelah lo rha kirain sape. Ngintil aja lo kerjanya ah

Richie Maulana Yusuf said...

:)

Elvira Kiat said...

:) :) :)

Post a Comment